Berita Kriminal

Published on August 21st, 2019 | by HUMAS JAKPUS

0

Penagamanan Aksi Damai Komunitas Pengungsi Afganistan, Sudan & Iraq di Gedung Menara Ravindo Menteng

POLSEK METRO MENTENG – Selasa, tanggal 20 Agustus 2019 pukul 09.00 Wib, di depan Gd. Menara Ravindo kantor UNHCR Jl. Kebon Sirih Kav. 75 Menteng Jakarta Pusat.

Berlangsung Aksi damai oleh Komunitas Pengungsi Afganistan, Sudan dan Irak. Pp. Zabihullah Hussain, massa 45 orang.

I. Tuntutan :
Komunitas Pengungsi Afganistan, Sudan & Iraq, meminta segera di berangkatkan ke Negara ke tiga.

II. Alat Peraga :
– Poster & spanduk
– Toa

III. Spanduk dan Poster, bertuliskan :
– We have family too 17 Agust 2019
– Cause of death : Suicide (UNHCR)
– Endless waiting UNHCR and No Hope in sight for #single Refugees.
– UNHCR stop playing politics with lives of #single Refugees.
– Hunger strike for fair proces single Refugees.
– Hunger strike for Resettlement.
– Hunger strike for Justice.

• Dalam aksinya massa dari Komunitas Pengungsi Afganistan, Sudan & Irak melakukan yel-yel sebagai berikut ;
– Thomas Fargas wake up.. Wake up..
– UNHCR wake up.. Wake up..
– We want process..We want process..
– We want justice.. We want justice..
– We want resettlement.. We want resettlement..
– We want equality.. We want equality..
– Resettlement.. Resettlement..
– We hafe family too.. We hafe family too..
– Attention.. Attention..
– Equality.. Equality..

~ Pukul 10.15 Wib, 20 (dua puluh) orang massa aksi melakukan aksi mogok makan depan kantor UNHCR.

~ Pukul 12.00 Wib, massa aksi duduk di depan pintu masuk & menutup akses masuk kendaraan ke Gd. Menara Ravindo.

~ Pukul 14.00 Wib, 2 (dua) perwakilan dari UNHCR yakni bapak Ade Faisal (Chip Security UNHCR), bapak Amirso (penerjemah UNHCR) & Iptu Kardiyana (Kapolsubsektor Sabang) memberikan himbaun kepada massa aksi agar giat aksinya berjalan dengan aman dan tertib, sambil menunggu proses yang sedang berjalan. Silahkan rekan-rekan melakukan aksi, tapi kami minta tolong kepada rekan-rekan, agar tidak mengganggu ketertiban umum atau menghambat kendaraan serta orang yang keluar masuk kantor Gedung ini. Sesuai dengan Perkap Nomor 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan & Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum, pada Pasal 6 ayat (2) diatur batasan waktu yang dibolehkan, yakni antara pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan kami dan kami akan mengamankan aksi kalian agar berjalan dengan aman dan tertib. Jika kalian tidak bisa tertib melakukan aksi, maka kami akan melakukan tindakan kepolisian.

Iptu Kardiyana (Kapolsubsektor Sabang) bersama piket 30 memberikan himbauan kepada korlap massa aksi sdr. Zabihullah Hussaini, agar massa aksi segera membubarkan diri dari Gd. Menara Ravindo kantor UNHCR, sesuai dengan Perkap Nomor 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan & Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum, pada Pasal 6 ayat

(2) diatur batasan waktu yang dibolehkan, yakni sampai pukul 6 sore. Bila tidak segera membubarkan diri, maka rekan-rekan akan dibawa ke kantor Polres Metro Jakarta Pusat.

• Tanggapan massa aksi :
Massa aksi tetap bertahan Gd. Menara Ravindo kantor UNHCR Jl. Kebon Sirih Kav. 75 Menteng, dengan alasan bahwa mereka sudah tidak memiliki tempat tinggal dan uang lagi. Silahkan bapak memindahkan kami, tapi kami meminta tempat tinggal yang layak untuk malam ini dan seterusnya. Bagaimana nasib kami pak ?

 

Share This:


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑