Polres Metro Jakarta Pusat -  Rabu tanggal 03 Juli..." /> Pengamanan Aksi Damai Oleh Komunitas Pengungsi Sudan Di Depan Kantor UNHCR Menteng Jakarta Pusat – POLRES METROPOLITAN JAKARTA PUSAT 

Berita Kriminal

Published on July 3rd, 2019 | by HUMAS JAKPUS

0

Pengamanan Aksi Damai Oleh Komunitas Pengungsi Sudan Di Depan Kantor UNHCR Menteng Jakarta Pusat

Polres Metro Jakarta Pusat –  Rabu tanggal 03 Juli 2019, pukul 09.00 Wib, di depan Gedung Menara Rapindo (Kantor UNHCR) Jl. Kebon Sirih Kav.75 Menteng Jakarta Pusat.

Berlangsung aksi damai oleh Komunitas Pengungsi Sudan, Afganistan & Palestina. Pp. Mohammad Idris, Mohammad Reza & Zaedah, pengungsi kl. 120 orang.

》Adapun yang dapat dilaporkan sebagai berikut ;

I. Tuntutan :
1. Komunitas Pengungsi Sudan & Afganistan minta diperhatikan ke Negara ke Tiga.
2. Meminta makan, minum dan tempat tinggal yang layak.

~ Dalam aksinya massa dari Komunitas Pengungsi Sudan, Afganistan & Palestuna duduk-duduk di depan kantor UNHCR sambil menunjukkan poster yang bertuliskan

kami ingin makan, minum & tempat tinggal.

II. Pertemuan antara Lurah Kebon Sirih, Sat. Pol PP Kec. Menteng, Polsek Metro Menteng dengan pihak kantor UNHCR.

~ Pukul 10.55 Wib, telah dilakukan pertemuan antara pak Indarto. SE selaku Lurah Kebonsirih bersama pak Agata & pak Rifani (Sat Pol PP Kec. Menteng) dengan bapak Ade Faisal (Kepala Security kantor UNHCR), ibu Dwita (Staf UNHCR bagian konseling pengungsian) dan pak Tino (Security UNDSS).

• Pak Rifani (pihak Kecamatan), menanyakan ;
– Kira-kira sudah berapa lama pengungsi itu ada disini, sudah berapa yang ditangani dan berapa lagi yang belum ?

• Pak Faisal (Kepala Security kantor UNHCR), menyampaikan ;
– Giat mereka sudah berlangsung sejak tanggal 24 Juni, 26 Juni, 27 Juni, 30 Juni & 2 Juli. Yang terakhir jumlah pengungsian terupdate ada 142 orang, berdasarkan kartu yang mereka serahkan kepada kita. Tadi malam & tadi pagi kami sudah mengecek jumlah langsung pengungsi yang ada di depan kantor UNHCR, ada beberapa anak-anak di bawah umur 18 tahun, ada bayi yang berumur 21 hari, dan ada 3 orang wanita yang hamil.

– Kemarin baru 17 case yang sudah konseling kepada kita. Dan yang kita perioritaskan adalah mereka yang sudah berkeluarga. Jika ada yang mau kembali ke Kalideres kita akan memfasilitasi mereka melalui Sat Pol PP untuk diantar ke Kalideres. Namun mereka tidak mau dikembalikan ke Kalideres, dan hari ini mereka seperti mendemo dengan cara membawa poster di depan kantor UNHCR.

– Kapasitas UNHCR disini adalah sebatas konseling dengan para pengungsi, mencatat apa permintaan ataupun keinginan mereka. Sejauh ini permintaan ataupun tuntutan utama mereka kebanyakan minta difasilitasi untuk dapat bekerja, makan, minum dan tempat tinggal yang layak. Namun jika mereka seperti ini (berdemo), maka mereka harus meminta ijin dari pihak kepolisian.

– Sampai saat ini kita masih terus melakukan konseling. Dalam konseling itu kita sampaikan kita akan coba membantu mereka, namun dengan catatan mereka jangan duduk / nginap di depan kantor kita dan harus mematuhi SOP kami.

• Pak Agata (pihak Kecamatan), menyampaikan ;
– Kami dari Sat Pol PP Kec. Menteng akan memfasilitasi pihak UNHCR dalam menyiapkan akomodasi untuk pengungsi ke Kalideres. Namun kami minta dari pihak UNHCR berkirim surat ke pak Camat & kasat Pol PP Kec. Menteng.

– Lanjut jika para pengungsi tidak mau diantar ke Kalideres, kami sarankan agar bapak-ibu berkirim surat ke pak Gubernur dan Kementrian Sosial apakah para pengungsi ini bisa diberikan tempat penampungan di Panti Kedoya atau di Cipayung.

III. Pertemuan antara Pengelolah Gedung (bapak Shivdutt), dengan Lurah Kebon Sirih, Sat. Pol PP Kec. Menteng, Polsek Metro Menteng dan pihak kantor UNHCR (bapak Thomas & ibu Julia)

~ Pukul 11.30 Wib, telah dilakukan pertemuan antara Pengelolah Gedung (bapak Shivdutt), dengan pihak Lurah Kebon Sirih (pak Indarto SE), Sat Pol PP Kec. Menteng (pak Agata & pak Rifani), Polsek Metro Menteng (Aiptu Slamet & Bripka S. Aritonang) dengan pihak kantor UNHCR (pak Thomas, ibu Julia & pak Ade Faisal).

• Dari pihak Pengeloha Gedung (bapak Shivdutt), menyampaikan ;
– Massa saat ini bukan hanya dari grup Sudan, tapi juga ada dari grup Afganistan dan tidak menutup kemungkinan akan datang lagi dari grup yang lain.

– Kami dari pihak Pengelolah Gedung ingin menanyakan apakah UNHCR tidak dapat memberikan bantuan kepada mereka ?

– Saya melihat apa yang dilakukan oleh para pengungsi saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat disekitar, bahkan saat ini mereka berdemo dan mengganggu ketertiban masyarakat disekitar gedung ini. Langkah-langkah apa yang telah dilakukan UNHCR kepada mereka ?

• Tanggapan oleh pak Thomas selaku (Kepala UNHCR) ;
– Aksi demo ini bukan yang pertama kalinya mereka lakukan di depan Gedung (kantor UNHCR), kami yakin kami bisa menyelesai persoalan ini seperti persoalan yang lalu.

– Langkah-langkah yang telah kita lakukan adalah melalui penerjemah kita nanti, mereka akan kita berikan konseling, dan itu harus melalui SOP kami, melalui pintu belakang gedung.

– Bila ada dari pengungsi ini yang melakukan demo tanpa ijin atau tindakan-tindakan mereka sudah sangat meresahkan masyarakat, maka kami akan melakukan tindakan tegas dengan menangkap dan memulangkan mereka ke negeri asalnya.

– Persoalan mereka saat ini, karena mereka tidak bisa bekerja di negara ini. Sehingga mereka tidak bisa menafkahi keluarga mereka.

– Kami juga akan berkirim surat ke Kemenlu menanyakan terkait persoalan yang terjadi saat ini. Karena bagaimanapun juga ini menyangkut mengenai Hak Asasi Manusia. Kita UNHCR bersama pemerintah Indonesia sangat konsis dalam menangani persoalan ini. Namun demikian, bila para pengungsi sampai saat ini masih tetap berada di depan kantor UNHCR dan meresahkan masyarakat banyak, maka kami UNHCR meminta pihak-pihak terkait agar dapat melakukan tindakan seusai dengan tugas & kewenangannya masing-masing.

– Kami UNHCR akan menempatkan mereka (pengungsi) dengan layanan prioritas tinggi, namun jika tindakan mereka melakukan demo dan mengganggu masyarakat maka, kami tidak akan memberikan layanan kepada mereka bila mereka tidak mematuhi SOP kami.

• Dari pihak Polri diwakili pak Slamet (Binmas Kelurahan Kebon Sirih Polsek Metro Menteng Polres Metro Jakarta Pusat) ;
– Kami dari Polsek Menteng, siap membantu UNHCR dalam hal pengamanan disekitar obyek. Namun jika dalam hal penindakan kami harus melaporkan kepada tingkat yang lebih tinggi lagi, baik itu ke Polda, Gubernur, pihak Imigrasi dan pihak-pihak terkait lainnya.
– Dalam persoalan ini kami Polri tetap mengedepankan rasa kemanusian dan menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia.
– Kami minta semua pihak-pihak yang terkait dalam hal ini bisa saling berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah ini bersama.

• Dari pihak Kelurahan & Kecamatan diwakili pak Indarto (Lurah Kebon Sirih) ;
– Jika dari pihak pengelolah Gedung merasa terganggu karena ulah para pengungsi, kami dari pihak Kelurahan & Kecamatan sudah menyiapkan tenda sementara di belakang gedung ini untuk para pengungsi. Namun para penggungsi tidak mau untuk pindah ke belakang.

– Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh pak Agata, kami sarankan agar bapak-ibu dari pihak UNHCR berkirim surat ke pak Gubernur dan Kementrian Sosial apakah para pengungsi ini bisa diberikan tempat penampungan di Panti Kedoya atau di Cipayung.

• Tanggapan oleh pak Thomas selaku (Kepala UNHCR) ;
– Saya berharap pertemuan kita ini bisa secepatnya disampaikan kepada pihak-pihak terkait, sehingga diharapkan hari ini atau beaok kita bisa mengambil sikap atau keputusan terkait persoalan ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisan dan pemerintah setempat karena telah membantu kita dalam pengamanan pengungsi di Gedung Rapindo (kantor UNHCR) selama ini.

Share This:


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑